tagline fgbmfi

Tuhan Siap Menopang KitaPerkenalkan Namanya ‘Roh Kudus’, Dia Adalah Pribadi Penolong Kita

menopang

Perkenalkan namanya ‘Roh Kudus’. Dia adalah pribadi ketiga dari Allah. Dia bukan sekadar tampak dalam rupa burung merpati seperti yang digambarkan dalam peristiwa pembaptisan Yesus di sungai Yordan. Atau berupa angin maupun sesuatu yang punya kekuatan. Dia adalah seorang pribadi.

Mari belajar tentang sosok Roh Kudus dengan cara yang sederhana.

Mungkin bagi sebagian kita akan merasa aneh karena mendengar ‘Roh Kudus’ disebut sebagai seorang pribadi. Tapi dia benar adalah pribadi ketiga dari Allah. Dia hidup dalam kehidupan setiap orang percaya. Dia berkuasa mengubahkan hidup kita sepenuhnya.

Ada banyak gereja yang salah kaprah dengan menyebut Roh Kudus hanyalah sebagai ‘bahasa lidah’ atau mendefinisikannya dengan sebuah simbol semacam ‘burung merpati’ atau angin. Pandangan lainnya berkata kalau Roh Kudus berupa ‘kuasa’ atau ‘pengaruh’. Tapi Dia sesungguhnya lebih dari itu.

Kalau kita membatasi Roh Kudus hanya dengan sebutan atau pemikiran kita seperti itu, tentunya kita sudah merampas kehormatan dan pujian dari Allah. Kita tidak akan bisa terkoneksi dengan cara yang benar dengan Allah.  Bahkan setelah kita sudah menerima baptisan Roh Kudus dan masih belum mengenal pribadi Roh Kudus dengan tepat, hal itu hanya akan mengaburkan pemahaman kita tentang peran-Nya dalam hidup kita.

Namanya Roh Kudus, dia adalah pribadi

Kita sering salah paham dengan istilah ‘pribadi’ ini. Di pikiran kita kita mendefinisikan kalau Roh Kudus punya tangan, mata, telinga dan bisa bergerak sebagaimana manusia. Itu hanyalah ciri-ciri jasmani dan bukan kepribadian.

Saat kita memakai kata ‘kepribadian’, kita kemudian mengacu pada kualitas atau kondisi sebagai ‘seseorang’ yang melibatkan ‘kekuatan akal pikir, kemauan/hasrat, dan emosional.  Kita berpikir bahwa pribadi itu harus bisa berpikir. Merasa dan melakukan kehendaknya.

Kalau kita membaca Alkitab, kita akan menemukan gambaran bahwa Roh Kudus punya semua atribut kepribadian itu. Seperti contohnya, Roh Kudus penuh dengan pengetahuan.

“Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia?” (1 Korintus 2: 11)

Roh Kudus bukan hanya semacam iluminasi atau ilham (wahyu). Dia sendiri tahu semua kehendak yang berasal dari Allah dan menyampaikannya kepada kita.

Kehendak inilah yang disebutkan dalam 1 Korintus 12: 11 bahwa Roh dari Allah mengerjakan semua hal. “Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.” (1 Korintus 12: 11)

Selain itu Roh Kudus juga punya emosi. Hal ini disebutkan dalam 1 Roma 15: 30, “Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku..”

Kata ‘kasih Roh’ dalm ayat ini diartikan bahwa Roh Kudus tidak mati rasa. Dia bukan hanya sekadar ‘bahasa lidah’ atau ‘karunia’ saja dan juga bukan hanya berupa kuasa. Dia adalah pribadi Ilahi, yang hidup di dalam kita dan mengasihi kita dengan kasih yang begitu lembut.

Saat Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya untuk mencurahkan Roh Kudus atas mereka, Dia mengajarkan mereka banyak hal tentang pribadi Roh Kudus. Dia mengatakan bahwa Roh Kudus adalah ‘Roh Kebenaran’, ‘sang penasihat’ dan ‘penghibur’ (Yohanes 14-16).

Roh Kudus berperan untuk menyampaikan kebenaran dari setiap perkataan Tuhan Yesus, mengungkapkannya ke kedalaman makna mereka kepada kita dan menuliskan firman Allah di atas loh hati kita sampai Firman itu menjadi hidup di dalam Kristus dan berdiam di dalam kita (Yeremia 31: 33; 2 Korintus 3: 3). Dia adalah penghibur yang menghibur kita dalam penderitaan duniawi kita dan memberikan kita damai di dalam hati kita yang hancur.

Dalam peristiwa baptisan Yesus, Roh Kudus hadir dalam rupa burung merpati. Hal ini dilakukan Allah untuk mengungkapkan kepada kita sifat lembut yang dimiliki Roh Kudus itu sendiri.

Roh Kudus bukan pribadi yang kasar, keras, pencemooh atau suka menghakimi. Dia adalah pribadi yang mengoreksi, mengajar, membimbing, dan memimpin dengan kesabaran ilahi-Nya. Dia adalah Allah dan Allah adalah kasih ( 1 Yohanes 4: 8).

Setelah mengenal pribadi-Nya, kita perlu terkoneksi denganNya lewat gaya hidup kita. Kita bisa sangat peka dengan kehadiran Roh Kudus kalau kita hidup dalam doa dan bersekutu dengan intim dengan-Nya.

Saat kita bersekutu dengan intim dengan Roh Kudus, kita bisa mengalami beberapa pengalaman supernatural ini:

1. Beroleh kemenangan

Setiap hari kita pasti akan berhadapan dengan masalah. Saat kita punya hubungan pribadi dengan Roh Kudus, kita bisa meminta Dia untuk menolong kita menghadapi masalah itu. Katakanlah seperti ini, “Roh Kudus, tolong pimpin aku dan ajari aku menghadapi masalah ini. Berikan aku jawaban yang daripada Tuhan.” Roh Kudus akan menuntunmu dengan setia untuk mendapatkan kemenangan atas semua masalahmu.

2. Pewahyuan yang baru

Sebagian waktu kita habiskan dalam doa bersama Tuhan. Hal ini berguna untuk mengasingkan diri bersama Tuhan sendirian dan membiarkan Roh Kudus berbicara ke dalam hati kita. Setiap kali Tuhan mau memberikan pewahyuan baru lewat firman-Nya, Dia akan mengingatkan kita sebuah ayat Firman sebagai rhema untuk sesuatu yang penting dalam hidup kita.

3. Perlindungan

Lewat persekutuan kita dengan Roh Kudus, kita akan selalu beroleh perlindungan Tuhan menghadapi musuh. Roh Kudus akan menghalau serangan si musuh yang berasal dari dunia dan melepaskan kita dari penderitaan yang tidak kita inginkan.

4. Urapan yang baru

Berserahlah sepenuhnya kepada Roh Kudus dalam iman dan ketaatan. Dia akan memampukan kita untuk menjalankan karunia-karunia Roh yang ada di dalam kita (1 Timotius 4: 14-15). Sewaktu kita bersekutu dengan-Nya, kita akan mendapatkan pemahaman tentang karunia-karunia rohani yang baru. Itulah urapan Roh Kudus dan hal ini akan kita terima secara supernatural.

5. Memperoleh motivasi yang benar

Rasul Paulus berkata kalau motivasi yang benar berasal dari karunia Roh yaitu lewat kasih (1 Korintus 13). Persekutuan dengan Roh Kudus membuat kita hidup dalam kasih dan memanifestasikan semua karunia rohani kita untuk hal-hal yang berguna.

6. Beroleh keberanian

Roh Kudus adalah sang penolong dari Allah yang membantu kita hidup dalam keberanian, mengilhami kita dalam ketaatan dan memperkuat iman kita. Kepatuhan pada disiplin Allah seringnya mendorong kita perlu punya keberanian. Dan Roh Kudus akan memampukan kita untuk memperolehnya.

Saat kita memberikan diri kita untuk mau belajar Alkitab  lebih dalam, kita pasti akan mengalami hubungan yang lebih intim dengan Roh Kudus. Itulah yang harus kita biasakan dalam kehidupan kekristenan kita. Sehingga kita bisa mengalami secara pribadi Roh Kudus itu sendiri. Dia adalah seorang pribadi dan berhentilah membatasi Roh Kudus hanya dengan sebutan-sebutan tertentu. Karena Roh Kudus itu lebih dari yang kita tahu.

Sumber : Jawaban.com

Posted in Special Teaching

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test