tagline fgbmfi

3 Cara Memenangkan Jiwa Bagi Kristus

menangkan jiwaBerikut adalah tiga cara sederhana untuk digunakan oleh Tuhan untuk memenangkan jiwa bagi Kristus.

1. Dengan Kasih Kita

Tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk menjadi pemarah atau cepat marah terhadap orang lain. Oleh karena kita telah diselamatkan dari murka Allah, maka kita harus mencintai orang lain sebagaimana Tuhan mencintai kita. Sebenarnya, Yesus mengatakan bahwa oleh kasih kita, orang akan benar-benar tahu apakah kita adalah murid-murid-Nya atau bukan. Ketika Yesus berbicara dengan murid-murid-Nya, Dia memberikan mereka sebuah perintah baru. Mereka harus saling mengasihi dengan cara yang sama seperti Dia mengasihi mereka.

Di dalam Yohanes 13: 34-35, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Yesus pada intinya mengatakan, orang-orang akan mengenal murid-murid Kristus dari kasih yang saling mereka tunjukkan satu kepada yang lain, dan ini juga termasuk kasih yang mereka tunjukkan kepada dunia; bahkan kepada musuh mereka.

Siapakah “semua orang” yang dimaksud Yesus? Jelas itu adalah siapa saja, karena itu termasuk “semua orang,” jadi jika orang Kristen tidak peduli satu sama lain dan dengan orang yang belum diselamatkan, orang tidak akan dapat mengenali mereka sebagai murid Yesus. Dengan demikian kesempatan bersaksi akan hilang.

2. Dengan Kesaksian Kita

Saat kita menjalani hidup yang berkenan kepada Tuhan, kita akan membuat beberapa orang tidak senang. Di saat mereka melihat Anda menjalani hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan maka kemungkinan yang terjadi adalah: “kebenaran akan membebaskan” atau itu akan membuat mereka benar-benar marah.

Menjalani kehidupan sebagai orang Kristen mungkin akan membuat orang lain tidak menyukai kita, tetapi bukan kita yang tidak mereka sukai; melainkan Yesus yang tinggal di dalam kita.

Meskipun demikian, kita harus berdoa untuk musuh kita, seperti yang diperintahkan Yesus, “berkatilah orang-orang yang mengutukmu, berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Lukas 6:28).

Apabila orang yang tidak percaya melihat Anda merespons dengan kasih atas kebencian mereka, ini adalah kesaksian yang kuat bagi Kristus. Ketika Diaken Stefanus sedang dilempari batu sampai mati, dan saat dia sekarat, dia meminta Tuhan untuk tidak menanggungkan dosa ini kepada mereka (Kisah Para Rasul 7:60). Karena Rasul Paulus bertanggung jawab atas perajaman ini, maka kemungkinan ini benih pertama yang ditanamkan di dalam hati Paulus.

Paulus kemudian menulis “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” (2 Korintus  5:19)

Jadi mencintai musuh dan berdoa untuk orang-orang yang menganiaya Anda (Matius 5: 44-45), akan membuat Anda lebih menyerupai Tuhan, seperti yang Yesus katakan, “dengan demikian kamu dapat menjadi anak-anak Bapamu yang di surga karena Ia menerbitkan matahari-Nya bagi yang jahat dan yang baik, dan menurunkan hujan bagi yang benar dan yang tidak benar.” (Matius  5:45). Membalas kebencian dengan cinta; menanggapi kutuk dengan berkat; merespon penganiayaan dengan doa.

3. Dengan Firman Tuhan

Jika saya berbicara dan tidak mengacu kepada Firman Tuhan, maka yang saya lakukan hanyalah memberikan pendapat saya, dan Anda tidak dapat menggantungkan hatimu pada pendapat manusia.

Tidak cukup hanya memiliki pemahaman manusia, kita semua sangat membutuhkan Firman Tuhan. Di situlah kekuatannya. Kita menyediakan kapal yang lemah dan Tuhan memasok kekuatan FirmanNya dan inspirasi Roh-Nya.

Paulus tentu saja tidak takut untuk membagikan injil. Dia memberitakan Injil ke mana-mana, dan tidak pernah merasa malu dengan Injil. Dia tahu Injil adalah sumber kekuatannya sendiri, bukan dia. Dia menulis, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. ” (Roma 1:16).

Dan meskipun “pemberitaan tentang salib adalah kebodohan bagi mereka yang binasa “(1 Korintus 1: 18a), “bagi kita yang diselamatkan, itu adalah kuasa Allah “(1 Korintus 1: 18b). Jangan pernah berpikir seperti ini; “Saya tidak dapat meyakinkan saudaraku untuk percaya kepada Tuhan. Saya tidak dapat menunjukkan saudariku bahwa dia membutuhkan Yesus.” Jika Anda melakukannya, Anda akan merasa frustrasi, karena anak-anak Allah tidak dilahirkan dari keinginan daging, tetapi dari Allah (Yohanes 1: 12-13). Dia memberi kita hak itu; bukan kita yang meraihnya.

Tuhanlah yang memberi pertobatan (Timotius 2:25) namun Dia mungkin menggunakan kasih, kesaksian, dan Firman Allah kita untuk membuat mereka masuk menjadi anak-anak Allah dan itu semua untuk kemuliaan Allah; tidak pernah tentang kita. Inilah titik fokusnya; “Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mu kemuliaan diberi, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!” (Mazmur 115: 1) !

Posted in Special Teaching

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test