tagline fgbmfi

Tahun Penampian dan Berbuah Lebat

penampian“Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar- Nya dalam api yang tidak terpadamkan” (Matius 3:12).

Teks di atas adalah seruan Yohanes pembaptis ketika ia membaptiskan orang banyak yang datang ke sungai Yordan.  Ia tidak menyambut gembira kedatangan mereka yang hendak dibaptis, khususnya para Farisi dan Saduki dengan motivasi yang tidak tulus dan benar.

Yohanes Pembaptis justru mencela mereka dengan menyebutkan bahwa mereka adalah keturunan ular beludak dan tidak mungkin lepas dari murka yang akan datang. Kalimat ini selanjutnya diikuti dengan  warning bahwa  kapak sudah tersedia pada akar pohon yang tidak berbuah akan dipotongnya, ditebang dan dibuang kedalam api. 

Senada dengan ayat 10, pada ayat 12 justru disebutkan bahwa alat penampi sudah ditangan-Nya, Ia akan membersihkan  tempat pengirikan dan mengumpulkan gandum.Pada kedua ayat di atas, yakni Matius 3:10 dan Matius 3:12, terdapat hal yang sangat prinsip dan akan dikerjakan  bagi orang-orang percaya. Ini berbicara tentang masa penampian bagi anak-anak Tuhan untuk membuktikan siapa  yang berkualitas dihadapan-Nya. 

Alat penampi, biasanya digunakan untuk memisahkan gandum dengan sekam. Dengan alat tersebut akan dengan mudah didapatkan mana gandum yang baik dan mana gandum yang tidak baik. Ini  merupakan penggambaran tentang kehidupan orang-orang percaya, alat penampi disiapkan  Tuhan untuk memisahkan mana jemaat yang benar-benar sungguh-sungguh dihadapan-Nya dan mana yang hanya sekedar ikut-ikutan.

Ada dua tujuan penampian, pertama proses pemurnian. Penampian akan dialami oleh semua orang-orang percaya, ini tidak hanya terjadi bagi sebagian atau sekelompok saja melainkan secara menyeluruh akan dialami. Tujuannya ialah memurnikan iman dan pengiringan akan Dia. 

Siapa yang bertahan dalam masa penampian tersebut, maka mereka akan terlahir menjadi pribadi yang memiliki kerohanian  yang baik dan berkenan dihadapan Tuhan, sebaliknya jika tidak maka didapati anak-anak yang “gampangan” artinya mudah terdeteksi kerohaniannya tidak murni dan tidak tulus dihadapan-Nya.

Tujuan  kedua dari masa  penampian adalah ujian kedewasaan iman dihadapan-Nya. Tidak akan ditemukan kerohanian yang dewasa jika tidak melalui masa-masa penampian. Masa ini sangat berpotensi membentuk kerohanian yang semakin tumbuh dewasa, teruji dan berbuah dihadapan Tuhan. 

Tanpa pengujian iman mustahil ditemukan pribadi yang dewasa, sebaliknya justru yang ditemukan ialah bayi-bayi rohani yang mudah mundur dari pengiringan akan Dia.Tuhan mengerjakan masa penampian dengan mengizinkan berbagai masalah terjadi di sekeliling kita. 

Seperti contoh Ayub, dalam Ayub 1:13-22, ia mengalami ujian yang besar, masa penampian yang dahsyat dan sengaja Tuhan  izinkan dengan tujuan yang jelas, apakah ditemukan kemurnian dalam diri Ayub atau tidak. 

Alkitab melaporkan  bahwa Ayub adalah pribadi yang setia kepada Tuhan; terbukti dengan masalah yang dihadapinya, imannya murni dan dewasa dihadapan Tuhan.

Tidak ada pertumbuhan tanpa proses, penampian adalah proses dari Tuhan.

“Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya” (Ratapan 3:22).

Posted in Special Teaching

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test