tagline fgbmfi

Hebatnya Sebuah Keintiman dengan Tuhan

keintiman“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yohanes 15:4a); “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akanmenerimanya” (Yohanes 15:7).

Seorang akan merasa senang dan nyaman bila berada di dekat orang yang dikasihi maupun yang mengasihinya. Kedekatan dengan orang yang dikasihi membuat kita lebih mengenal sifat, karakter, kesukaan, dan segalanya yang sebelumnya tidak kita ketahui. Kedekatan itu menjadi intim saat orang yang kita kasihi melakukan hal yang sama juga, mengenal segala sifat kita, kelebihan dan kekurangan kita, serta mau menerima kita sebagai mana adanya kita. Terlebih lagi adanya keterbukaan yang jujur, menyebabkan tidak ada lagi rahasia di antara kita.

Sadarkah kita bahwa keintiman dengan Tuhan itu memungkinkan? Allah menciptakan kita, manusia, untuk menjadi sahabat-Nya. Sejak manusia pertama berada di Taman Eden, maka setiap kali ia mengalami kehadiran Tuhan Allah, yang memanggil dia di tengah desir hembusan angin yang sejuk. Saat manusia pertama melanggar perintah Tuhan, maka mereka ketakutan ketika mendengar langkah Tuhan Allah yang berjalan-jalan dalam Taman itu pada waktu hari sejuk, serta memanggil manusia itu “Di manakah engkau?” Mereka takut dan memberi alasan bahwa mereka tidak berpakaian. Tuhan Allah murka dan mereka diusir dari taman Eden. Allah telah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya agar dapat berkomunikasi muka dengan muka. Kini semua sirna. Namun dari keturunan Adam, ada yang mengadakan hubungan dengan Allah, mengasihi dan berbakti kepada-Nya. Mereka berkenan pada hati Tuhan. Kejadian 5:22, 24 mencatat, bahwa keturunan Adam yang ke tujuh, yang bernama Henokh, hidup bergaul dengan Allah, dan pada suatu saat tidak ada lagi karena ia diangkat oleh Allah.

Manusia dimungkinkan bergaul dengan Allah. Mereka mencari Allah dan kehendak-Nya. Abraham disebut juga sahabat dari Allah. Allah tidak merahasiakan rencana-Nya kepada Abraham untuk membinasakan Sodom dan Gomora. Allah pun mau mendengar tawar-menawar Abraham agar Sodom dan Gomora tidak dibinasakan demi orang yang benar yang berada di kota itu. Akhirnya Abraham menyerah, karena hanya ada empat orang percaya di Sodom. Empat orang itu diselamatkan lewat ditarik keluar dari kota yang mau dibinasakan itu. Raja Daud adalah orang yang dikasihi oleh Tuhan. Sebagai respons maka ia menggubah sebuah nyanyian dalam Mazmur 42:2-3 “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup.”

Pembaca yang budiman, hauskah dan rindukah Anda kepada Allah yang hidup? Yesus berkata bahwa bila kita mau menuruti firman-Nya, maka Bapa akan mengasihi kita. Maka Dia dan Bapa mau datang dan diam bersama-sama dengan kita. Inisiatif untuk keintiman dengan kita datangnya dari Tuhan sendiri, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok. Jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya, dan Aku makan bersama-sama dengan Dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Wahyu 3:20). Tidak ada keintiman yang melebihi keintiman Tuhan kita. Ia akan berada di dalam kita, berbicara dengan kita, mendampingi dan menyertai kita, sepenanggungan dengan kita.

Posted in Special Teaching

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test