tagline fgbmfi

Hidup dengan Sistem Kerajaan Allah di Masa Kini

the kingdom of god is a system position“Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.” (Matius 24:7).

Kita perlu memelajari sejarah dengan benar, karena sejarah bila tidak dipelajari akan terulang lagi. Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa adalah cetakan gambar dan rupa Tuhan, manusia adalah ciptaan yang paling sempurna. Tuhan memberikan perintah kepada manusia pertama (Kejadian 2:16) untuk memerintah dan mengelola Taman Eden. Iblis merusak sistem pemerintahan kuasa Allah dengan dosa yang menyebabkan manusia jatuh ke dalam dosa. Karena dosa satu orang yaitu Adam, semua manusia yang hidup sekarang turut jatuh ke dalam dosa; namun karena satu orang juga yaitu Yesus Kristus, semua kita yang percaya, saat ini diselamatkan.

Awalnya Tuhan menciptakan manusia di Taman Eden untuk mengurus “kekayaan” Tuhan, namun karena manusia jatuh ke dalam dosa, hak manusia untuk mengelola “kekayaan” Tuhan pun menjadi hilang; pada mulanya Adam diciptakan bukan untuk stres, namun jatuh ke dalam dosa membuat stres hingga hari ini. Dengan membaca Injil, kita mengerti prototipe manusia yaitu Yesus Kristus; Dia adalah model hidup manusia yang seutuhnya, dari Yesuslah kita belajar bagaimana dan seperti apa kita seharusnya hidup.

“Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.” (Efesus 4:17-20).

Yesus datang bukan membawa agama, namun pemerintahan dengan modelnya adalah kerajaan. Sewaktu kita lahir baru, menerima Yesus, kita pindah kerajaan ke Kerajaan Allah. Karena kita sudah pindah kerajaan, maka semua pikiran yang lama dan yang sia-sia harus kita tinggalkan.

“Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.” (2 Korintus 11:2).

Setiap kita adalah “tunangan” Kristus, Dia adalah kekasih hidup kita, oleh sebab itu setiap kita adalah BERHARGA. Setiap kita tidak pernah sendirian karena selalu bersama dengan Kristus.

“Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.” (Efesus 4:21-25).

Kita perlu mengalami metanoia yaitu transisi atau perubahan pikiran kita untuk mengenal Kerajaan Sorga. Sistem Kerajaan Allah tidak membuat kita menjadi stres. Allah sendiri tinggal di dalam kita, ketahuilah bahwa tubuh kita adalah bait kudusnya Tuhan. Jadi, pindah kerajaan sama dengan pindah pola pikir. Taman Eden yaitu Kerajaan Sorga berbicara mengenai biji (benih) untuk bisa bertumbuh dan menghasilkan buah, baru buahnya yang dimakan; dengan kata lain Allah bekerja sama dengan manusia, bahwa Tuhan memberikan buah dan manusia menanam benih (biji) untuk terus berkesinambungan. Budaya Kerajaan Sorga diajarkan langsung oleh Yesus, gunanya agar kita yang hidup di dunia tidak hidup menurut budaya dunia, tetapi budaya Kerajaan Sorga. Yesus tidak mengajarkan setiap orang yang percaya untuk mati, Dia menyelamatkan setiap kita untuk hidup.

“Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. "Silakan makan dan minum," katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu.” (Amsal 23:7). Allah sangat senang untuk ditanya, oleh sebab itu bertanyalah “mengapa?” kepada Tuhan untuk setiap hal yang kita pelajari dan dapatkan dalam hidup ini mengenai Dia. Alkitab adalah buku manual sistem Kerajaan Allah bagi setiap kita. Oleh sebab itu semakin membaca dan memelajari Alkitab, semakin kita paham tentang pola pikir Kerajaan Allah. Kita tidak akan bisa menikmati isi Alkitab bila tidak kita coba, dan kita tidak bisa coba kalau tidak merubah pikiran.

“dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.” (Matius 24:10). Pada Alkitab bahasa Inggris dikatakan bahwa, “many be offended” yang dalam bahasa Yunani adalah skandolon, yaitu orang yang belum tentu murtad namun tersinggung dan membuat skandal. Selanjutnya kata “menyerahkan” memiliki arti lain adalah mengkhianati (Amsal 18:19).

“Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."” (Matius 24:11-14).

Berita Injil Kerajaan adalah berita damai sejahtera, bukan berita yang menakutkan manusia apalagi melemahkan iman. Dunia dalam bahasa Yunani adalah kosmos, yang artinya adalah termasuk dalam sebuah sistem dalam sebuah tata surya. Berikutnya, Injil pun diberitakan untuk menjadi kesaksian bagi semua bangsa, artinya termasuk setiap suku dan bahasa. Hidup dalam masa kini dan menghadapi tantangan di akhir zaman ini sangat memerlukan sistem atau pola pikir Kerajaan Allah. Kesiapan gereja sangatlah penting dalam mengerjakan pemberitaan Injil menanti kedatangan-Nya kembali.

“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.” (2 Korintus 11:3).

Iblis sangat licik dengan mempermainkan pikiran kita menuju dosa. Oleh karena itu pola pikir Kerajaan adalah penuh dengan kasih. Allah tidak memiliki kasih, tapi Allah adalah kasih; karena Allah adalah kasih maka kasih-Nya tidak pernah habis bagi setiap kita. Sehingga ketika pola pikir kita adalah pola pikir Kerajaan Allah, kita penuh dengan kasih Allah, maka kasih kita tidak akan menjadi dingin (bandingkan Matius 24:12).

Dalam 2 Korintus 10:3-5, setiap senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah memampukan setiap kita untuk menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus; inilah pola pikir Kerajaan Allah yang harus kita miliki. 

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Posted in Special Teaching

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test