tagline fgbmfi

Iman Memberikan Keberanian Dalam Menghadapi Peperangan

Daud Melawan Goliath DiMedan PerangsKita telah diselamatkan Tuhan Yesus, sudah selayaknyalah kita harus menghidupi kebenaran dengan sungguh-sungguh bukan sesuka hati kita. Rajin beribadah, suka memberi dan melayani pekerjaan Tuhan, membaca dan merenungkan Alkitab adalah buah pertobatan yang dihasilkan oleh pengenalan akan Kristus Yesus! Tuhan tidak mencari orang hebat tetapi yang beriman kepada Tuhan Yesus. Jangan tunggu masalah untuk mencari Tuhan, jangan malas ke gereja, lama-kelamaan Iman akan berkurang, kita undur dan akhirnya meninggalkan Tuhan. Bukan tanpa alasan Tuhan Yesus berkata ketika Dia datang: kembali apakah Dia akan mendapati Iman di bumi.

Lukas  18:8

18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Sebab iman harus dipelihara, dirawat, diberi makan firman agar hidup dan selalu bertumbuh! Pergunakan waktu dengan bijaksana jangan suka menunda untuk hidup benar dalam Kristus. Jangan katakan masih ada waktu, atau lain kali, karena selalu ada perkataan sudah terlambat! Dalam setiap hal yang harus kita putuskan, tanyakan kepada Tuhan agar keputusan benar dan membawa berkat dengan iman dan hikmat illahi bukan secara emosi atau dengan amarah atau hikmat dunia.

Iman memberikan keberanian dalam menghadapi peperangan

1. Orang beriman tidak perlu takut.

2 Timotius 1:7

1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Ada peperangan terjadi di jagad raya yang tak terlihat. Bagi orang percaya ada perlindungan khusus dari tempat yang mahatinggi! Kita tidak sombong atau tinggi hati atas hal ini karena semua hanyalah oleh kasih karunia Allah. Kita tidak takut karena Tuhan selalu menjaga umatNya selalu, asal taat dan setia, ada perlindungan illahi sempurna.

2. Orang benar tidak gampang putus asa. Perasaan putus asa akan mengikis kekuatan pengharapan kita, satan berusaha membuat kita takut, kuatir, kecewa dan putus asa. Hanya jika kita mengenal Tuhan dengan benar maka senjata satan ini tidak berkuasa sama sekali. Tidak ada kata putus asa bagi orang benar yang menaruh harap dan hidupnya pada tangan Allah yang perkasa.

3. Untuk berhasil dibutuhkan keberanian. Tuhan berjanji memberikan keberhasilan, kita bekerja sebaik-baiknya dan Dia yang menyempurnakan. Jika kita tahu kehendak Tuhan, kita harus berani mengambil langkah awal jika tidak maka tidak ada hasil memuaskan. Tidak ada keberhasilan tanpa usaha. Usaha yang dijalankan dengan iman dan hikmat membawa berkat.

4. Iman membuat kita berani dalam peperangan. Daud dan Goliat memiliki fisik yang jauh berbeda. Daud tubuhnya biasa, tanpa pengalaman perang berani menghadapi Goliat berbadan tinggi besar, ahli perang dan bersenjata lengkap. Daud berani karena ia beriman kepada Allah, tidak ada musuh yang tak dapat dikalahkan bersama Tuhan, akhirnya Daud dapat melakukan segala perkara. Begitupun kita, Iman sebesar biji sesawipun membuat kita berani menghadapi musuh hidup ini. Iman membuat kita berani, maju berperang, mengalahkan musuh dan meraih kemenangan.

5. Hikmat memberi tahu cara berperang. Dengan hikmat illahi, kita mengetahui strategi jitu mengalahkan musuh. Dunia memiliki strategi namun Tuhan mengetahui lebih dahsyat dan Ia menjelaskannya kepada kita. Musuh kita bukanlah darah dan daging, yang terlihat namun yang tidak kelihatan yaitu kuasa jahat, roh-roh di udara, juga keinginan daging kita sendiri, sifat dan karakter yang buruk dan masalah yang menghampiri kita. Oleh hikmat illahi, kita bisa mengalahkan musuh.

Banyak perkara terjadi dengan amat cepat, hal-hal menakutkan, perubahan dan waktu yang berlalu sangat cepat, sangat membingungkan, hanya dengan iman dan hikmat kita bisa mengerti. Kisah tenggelamnya kapal pesiar Costa Concordia di perairan Italia menegaskan : kesombongan membawa petaka. Kesalahan kecil bisa membawa masalah besar. Jika masih ada yang lakukan dosa cepat bertobat dan lakukan kebenaran, jika tidak, kita akan mengalami kerugian sangat besar. Membawa kapal karam ke posisi semula butuh biaya 4x lipat dari biaya pembuatan kapal itu. Kehancuran terjadi jika kita kurang iman dan hikmat atau tidak beriman dan berhikmat. Miliki iman dan hikmat illahi, beriman pada Kristus dan ijinkan Allah, Sang Hikmat memenuhi kita! 

Adakah Ia mendapati iman di bumi?, Berani beriman, berani menghadapi musuh hidup ini, Hikmat memberi tahu cara berperang, Iman membuat kita berani dalam peperangan, Orang benar tidak gampang putus asa, Orang beriman tidak perlu takut, Untuk berhasil dibutuhkan keberanian

Posted in Special Teaching

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test