tagline fgbmfi

Menjadi Teladan Baik Bagi Orang Lain

teladan baikDalam pergaulan sehari-hari, kita sering menemukan berbagai macam tipe/karakter orang. Ada yang menyenangkan, ada yang membuat kita merasa kurang nyaman, ada pula yang kerap berubah-ubah sesuai mood. Begitu juga diri kita saat berhubungan dengan orang lain. Apa yang kita lakukan sehari-hari, pastilah mengundang pro dan kontra. Jika cocok, maka kita akan mudah berteman dan bergaul. Jika kurang cocok, tak jarang orang pun menjauh.

Ada kalanya, kita pun bertemu dengan orang yang mudah diterima oleh semua kalangan. Bukan sekadar diterima, ia bahkan mampu menjadi seorang yang disegani dengan karakter tegas yang membuat orang selalu “memandang” hormat. Ada yang menyebut “pesona” semacam ini sebagai pemberian—atau bakat—dari Sang Pencipta. Namun, ada pula yang menyebut ini hanyalah soal latihan bersikap dan kebiasaan positif yang dipelihara sehari-hari.

Dari sekian banyak karakter orang, hampir bisa dipastikan, orang dengan kualitas semacam itu, akan menjadi “magnet” yang disuka banyak orang. Kadang, kemudian dijadikan sebagai pemimpin, bagi yang memang punya kapabilitas kepemimpinan. Ada yang kemudian “hanya” menjadi teman paling nyaman untuk berbagi dan menggali inspirasi. Ada yang kemudian menjadi semacam “konsultan” bagi setiap masalah kehidupan. Intinya, orang dengan karakter semacam ini enak dijadikan teman, mudah dijadikan teladan sebagai pimpinan, dan sekaligus bisa dikagumi dengan segala yang dilakukan.

Dalam karakter orang-orang semacam itu, saya menemukan sebuah “unsur’ di mana masing-masing memiliki kesamaan. Unsur tersebut adalah unsur kesusilaan. Ini merupakan nilai-nilai kepantasan yang harus dipegang teguh dalam hidup bermasyarakat. Mulai dari menjauhi tindakan bersifat asusila, punya nilai bertata-krama yang baik, sikap sopan santun, berbudi pekerti luhur, serta berbagai tindakan berdasar nilai-nilai norma dan moral kemasyarakatan. Dengan menjaga nilai susila, seseorang dapat memperkuat integritasnya sebagai insan mulia yang punya nilai di mata masyarakat, terlepas dari kekurangan masing-masing sebagai manusia.

Dalam tulisan ini, saya ingin menekankan betapa banyak nilai susila yang membuat orang-orang hebat dikenang sepanjang masa. Bunda Teresa misalnya. Nilai kesusilaannya diwujudkan dalam bentuk kasih tulus dan kebaikan tanpa henti yang dilakukan sepanjang hidupnya. Maka, jangan heran jika kini beliau meninggalkan nama baik yang benar-benar terjaga. Bahkan, bukan sekadar meninggalkan kisah yang luar biasa, sampai kini banyak orang yang terinspirasi oleh tindakan mulianya hingga melahirkan berbagai tindakan mulia lain.

Dalam hal ini, susila punya konteks lebih luas. Yakni, bukan sekadar tindakan berdasar moral atau norma, namun punya “kekuatan” pendorong berupa teladan yang baik bagi setiap orang. Artinya, sikap dan tindakan berdasar susila—yang biasanya didasari oleh kepatutan, tata krama, sopan santun, akhlak, hingga sikap positif lain—akan mampu menjadikan seseorang mampu menjadi manusia seutuhnya. Yakni, manusia yang punya manfaat sekaligus menciptakan efek positif dari setiap perilakunya.

Bagi saya, susila, punya banyak aspek yang membawa banyak kebaikan. Juga, sikap yang dapat menjadi teladan bagi siapa saja yang berinteraksi dengan kita. Kesusilaan akan menjadi “panduan” agar kita juga bisa diterima oleh lingkungan sekitar dengan norma-norma yang ada.

Bisa menjaga tata krama, tentu akan sangat membantu kita dalam melakoni kehidupan sosial. Saling menghargai, saling menghormati, dapat menjadi “rambu” berkehidupan yang dapat menjadi pegangan untuk menjadikan setiap hari penuh harmonisasi.

Tahu sopan santun, juga dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang dapat menempatkan diri di mana saja. Sehingga, apa pun peran, tugas, dan tanggung jawab yang kita emban dapat dijalankan penuh kesuksesan.

Kelakuan baik pun menjadikan kita selalu berada dalam koridor kepatutan yang bisa mendorong berbagai kebaikan lainnya. Apresiasi yang diperoleh dalam beragam bentuk dari masyarakat atau orang yang berinteraksi dengan kita, dapat menjadikan setiap langkah menjadi lebih “ringan” untuk meraih apa yang kita harapkan.

Mari, terus berpikir dan bertindak positif. Dengan begitu, apa pun tindakan yang kita lakukan, apa pun peran yang kita miliki, dapat mengantarkan kita pada pencapaian-pencapaian yang membawa keberkahan kepada diri dan lingkungan sekitar.

Salam sukses luar biasa!

Sumber : andriewongso.com

Posted in Marketplace

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test