tagline fgbmfi

Kerja keras atau kerja cerdas?

kerja kerasAda beberapa orang berpendapat, “Jika ingin berhasil mencapai sebuah kesuksesan, Anda harus menginvestasikan banyak waktu dan energi dalam bekerja. Anda bangun lebih pagi dan mulai bekerja sebelum orang lain. Anda juga harus tidur lebih malam ketika semua orang telah masuk ke alam mimpi”. Yang menarik adalah, walaupun ada banyak orang yang menerapkan pemahaman tersebut, sedikit dari mereka yang berhasil. Sebaliknya, ada juga orang-orang menerapkan pemahaman kerja cerdas. Kerja cerdas berfokus pada mendapatkan hasil kerja yang sama besarnya (atau lebih) dengan kerja keras, namun dengan usaha yang lebih sedikit.

Kesalahan Umum Para Pemimpin 

Pemimpin yang menerapkan kerja keras, bisa terjebak dengan memperlihatkan model kepemimpinan yang kurang produktif. Ia bisa selalu terlihat sibuk dan menghabiskan banyak waktu melakukan pekerjaannya, padahal belum tentu hasilnya sebanding dengan usahanya.

Hal ini tentunya akan berdampak pada model kerja timnya. Anggota tim juga cenderung akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja, tanpa tujuan spesifik, sehingga terjebak melakukan pemborosan banyak waktu untuk mengerjakan hal-hal yang sebenarnya bisa dilakukan dalam waktu jauh lebih singkat. Bahkan, Ini bisa berarti mereka bekerja tanpa batas waktu. 

Lalu, bagaimana seharusnya? 

Pemimpin seharusnya menjadi pekerja keras, tetapi yang lebih penting, mejadi pemipin yang cerdas. Pekerja keras yang cerdas adalah mereka yang bekerja untuk menyelesaikan tujuan spesifik, terukur, realistis, berorientasi pada hasil dan dalam jangka waktu tertentu. Seorang pekerja cerdas paham apa tugas-tugasnya, kapan dan dimana mengerjakannya, serta bagaimana ia ia harus menyelesaikan tugas-tugasnya itu. Pertanyaannya, apa itu bekerja cerdas?

Kerja Cerdas adalah Kerja Keras dengan Perencanaan Matang

Sebelum memulai sebuah tugas, rencanakan matang-matang bagaimana cara Anda menjalankannya agar lebih produktif. Jika Anda menggunakan cara-cara yang sama berulang kali (yang terbukti gagal atau kurang efektif) sambil berharap hasilnya berbeda, maka Anda adalah pekerja keras yang tidak cerdas. Sebaliknya, jika Anda dapat menemukan kesalahan dalam pengerjaan tugas lalu memperbaikinya sehingga mendapatkan hasil berbeda (peningkatan, keberhasilan), maka Anda adalah pekerja cerdas.

Kerja Cerdas adalah Strategi Mendapatkan Hasil yang Diinginkan

Kerja keras adalah keyakinan sosial yang diadposi dari pemikiran masyarakat. Misalnya, kita dianggap sudah bekerja keras jika sudah lembur beberapa malam berturut-turut untuk mengerjakan lebih banyak tugas.Memang, tujuan akhirnya adalah mendapatkan hasil yang diinginkan. Namun, kita bisa mendapatkan hasil yang sama jika kita bekerja dengan strategi yang efektif. Ini artinya kita bisa menyusun strategi, ber fokus dan menggunakan waktu secara bijak untuk mencapai tujuan yang spesifik, terukur, dan realistis.

Kerja Cerdas adalah Pemahaman tentang Proses yang Dilakukan

Kerja cerdas bukan seberapa banyak waktu yang kita habiskan, namun seberapa fokus kita mengerahkan energi terbaik kita dalam menyelesaikan tugas. Kerja cerdas menuntut kreatifitas dan inovasi serta kemampuan berpikir di luar kotak agar hasilnya lebih baik dari rencana sebenarnya.

Kerja Cerdas adalah Mengetahui Apa yang Dilakukan

Begitu banyak orang di sekitar kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan sebuah tugas sederhana, akibat kurang atau ketiadaan pemahaman yang memadai Padahal ketika cara kerjanya salah, ketika deadline tidak terpenuhi, atau ketika hasilnya tidak sesuai yang ditargetkan, semua kerja keras itu menjadi percuma. Oleh karena itu, ketahui dan kuasaii seluruh proses tugas yang Anda perlu kerjakan. Anda dibayar untuk memberikan hasil terbaik, bukan untuk meperbanyak jumlah jam kerja.

• Kerja Cerdas adalah Efisiensi Pelaksanaan Tugas 

Melakukan tugas secara efisien berarti kita memberikan hasil terbaik, sekaligus mengalokasikan waktu untuk hal lain yang penting. Seseorang bisa saja bekerja keras, tetapi tetap memiliki tingkat kinerja dan produktivitas rendah, sementara rekan-rekannya tidak bekerja sekeras itu, tetapi mencapai hasil lebih baik. Untuk meraih kesuksesan sebuah bisnis, bekerja keras dan bekerja cerdas harus berjalan bersama tanpa salah satunya diabaikan, dan satu-satunya cara adalah efisiensi dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kerja Cerdas Adalah Energi yang Terfokus

Kerja cerdas bukan seberapa banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja, tetapi seberapa fokus kita mengarahkan energi terbaik kita dalam menyelesaikan tugas. Sebagian orang bekerja sebanyak 80% dan mendapatkan hasil sebesar 20%. Inilah yang terjadi jika kita tidak berfokus. Berlatihlah memfokuskan energi untuk mendapatkan hasil terbaik, kita dapat mengubah kerja keras menjadi kerja cerdas. 

Contoh yang banyak terjadi adalah betapa banyak orang kurang menyadari gangguan-gangguan kecil yang datang dari tidak disiplinnya dirinya sendiri, seperti membalas email atau SMS yang tak berkaitan dengan pekerjaan, memantau percakapan pada grup-grup chatting, browsing internet, dan lain-lain. Setiap gangguan kecil tersebut membuat perhatian kita teralih dari pekerjaan yang sedang kita lakukan. Pada akhirnya, kita menghabiskan sepanjang hari untuk terseok-seok berusaha menyelesaikan tugas-tugas utama.

Kerja cerdas menuntut kreativitas dan inovasi serta kemampuan berpikir di luar kebiasaan sehingga hasilnya lebih baik dari pengalaman sebelumnya. Maupun mencapai / melampaui target dalam perencanaan. Temukan alternatif yang bisa diterapkan, misalnya kita hanya akan memeriksa email atau menanggapi percakapan di grup chatting dua kali setiap hari, pada waktu makan siang dan setelah jam kerja usai, atau cara-cara sederhana lainnya. Dengan demikian kita bisa lebih memaksimalkan waktu dan energi kita terfokus pada hal-hal yang memang harus dilakukan. 

Kerja Cerdas adalah Syarat Produktivitas 

Di era saat ini, jumlah jam kerja tidak lagi menjadi ukuran penilaian. Jika Anda ingin memiliki nilai tambah, Anda harus produktif dengan cara kreatif dan menunjukkan hasil yang unggul. Untuk keduanya ini, Anda harus bekerja cerdas. Anda harus terus menerus melatih dan meningkatkan kekuatan "otot"mental. Otak analis maupun kreatif perlu senantiasa dilatih agar menjadi makin unggul dengan berbagai cara. Ini bukan berarti Anda harus menempuh pendidikan formal atau pelatihan yang berbiaya sangat mahal, tetapi Anda selalu belajar berbagai pengetahuan dan keahlian praktis dari berbagai hal yang bisa Anda jangkau, meskipun dengan investasi tertentu.

Para Pekerja cerdas benar-benar memberi perhatian pada peningkatan kompetensi diri. Mereka membaca, mengembangkan kecerdasan dan meningkatkan keterampilan serta keahlian. Mereka bersedia menginvestasikan tenaga, waktu dan uang untuk meningkatkan kompetens diri serta bekerja lebih cerdas. Hasilnya mereka pasti lebih produktif.

Intropeksi Diri: 

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini sesuai kenyataan sebenarnya untuk mengenali kondisi Anda dalam hal bekerja cerdas:

1. Apakah Anda biasa menentukan prioritas dan membuat to-do-list setiap hari?

2. Apakah Anda memahami apa saja 20% dari pekerjaan Anda yang paling berharga dan untuk perusahaan?

3. Apakah Anda bisa mendelegasikan tugas?

4. Apakah Anda menentukan deadline untuk setiap tugas yang harus Anda selesaikan?

5. Apakah Anda satu-satunya orang dalam tim yang mampu menyelesaikan berbagai masalah, sehingga anggota tim Anda sangat bergantung pada Anda ? 

Seorang pekerja cerdas akan menjawab ya pada empat pertanyaan pertama, tetapi tidak pada pertanyaan terakhir. Di sisi lain, seorang pekerja keras (saja) akan memberikan jawaban sebaliknya. Bagaimana dengan Anda sendiri?

Sumber : abbalove.org

Posted in Marketplace

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test