tagline fgbmfi

Focused Mind

focusedZig ziglar, seorang motivator internasional dan anak Tuhan yang sangat berdedikasi mengabarkan injil melalui pekerjaannya pernah mengatakan:

“If you aims at norhing, you will surely hit it every time.”

Orang-orang yang tidak memiliki fokus dapat menjadi seperti orang yang sedang berjalan berputar-putar. Mereka dapat merasa bahwa mereka “berhasil meraih sesuatu” atau “tiba di suatu tempat,” karena mereka tidak pernah benar-benar mendefinisikan “sesuatu” atau tempat yang mereka ingin tuju tersebut. Akan tetapi orang-orang yang memiliki fokus hidup yang baik akan selalu mengetahui sejauh mana hidup mereka telah berkembang, hal-hal apa yang menghambat perkembangan mereka, dan mereka, pada akhirnya, lebih sering terbukti berhasil mencapai fokus hidup mereka.

Pada artikel kali ini saya akan membahas bagaimana membangun karakter yang memiliki pikiran yang terfokuskan:

Pikiran yang fokus menuntut adanya visi iman

Lawan yang sebenarnya dari fokus bukanlah melenceng, melainkan terdistraksi. Kamus Besar Bahasa Indonesia menterjemahkan sebuah fokus sebagai sebuah titik atau sebuah pusat. Itulah sebabnya langkah pertama untuk memiliki sebuah pikiran yang terfokuskan, Anda harus menciptakan atau menemukan sebuah titik yang akan Anda tuju. Di dalam bahasa manajemen, hal ini disebut sebagai visi atau target.

Visi dan iman memiliki elemen waktu yang sangat mirip. Keduanya berbicara mengenai suatu hal di masa depan yang belum dapat kita lihat. Demikian pula dengan hidup dengan pikiran yang terfokuskan. Orang-orang yang hidup dengan pikiran yang terfokuskan mengembangkan kebiasaan untuk tidak mudah digoyahkan oleh perubahan-perubahan situasi yang ada di masa sekarang. Mereka mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada dengan cermat dan teliti pada awal perencanaan. Namun ketika telah menetapkan sebuah visi, mereka akan memfokuskan seluruh perhatian mereka pada upaya untuk mencapai visi di masa depan itu. Sebaliknya orang-orang yang memiliki prinsip hidup “mengalir”atau cenderung apatis dan pesimis mengenai masa depan biasanya cenderung tidak memiliki fokus hidup. Pikiran mereka cenderung berubah-ubah sesuai dengan situasi dan terutama kesulitan yang ada di masa sekarang.

Alkitab mengajarkan agar orang-orang Kristen hidup dipimpin oleh iman (Roma 1:17). Jika pikiran Anda terfokuskan pada perasaan Anda di masa kini, maka Anda akan lebih mudah diombang-ambingkan oleh iblis melalui kesulitan dan penderitaan maupun peluang dan kemudahan. Namun jika pikiran Anda terfokuskan pada iman Anda pada Kristus maka Anda akan mampu menghadapi kekurangan maupun kelimpahan dengan bijak (Filipi 4:11-13). Inilah yang menyebabkan Kristus, Yabes, Paulus, Ayub, Yusuf, dan Petrus mampu tidak bergeming ketika menghadapi siksaan yang berat dan tetap mempertahankan fokus hidup mereka.

Pikiran yang fokus menuntut disiplin bermimpi

Sebuah fokus menuntut sebuah konsistensi. Jika Anda memiliki visi yang besar pada satu hari dan melupakannya di keesokan hari, hal itu lebih tepat disebut sebagai mimpi. Tidak peduli seberapa kuatnya kesan yang Anda dapatkan dari mimpi Anda semalam, ingatan tentang mimpi itu akan berangsur-angsur hilang dalam hitungan hari. Untuk membuat mimpi Anda menjadi sebuah visi dan membuat visi tersebut sebagai sebuah fokus hidup, Anda harus memimpikannya terus menerus.

Seorang penulis pernah berkata: “Seorang tukang mimpi adalah mereka yang bermimpi hanya di malam hari. Akan terapi mereka yang bermimpi di siang hari adalah orang yang berbahaya. Mereka biasanya berhasil mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan.” Untuk memiliki sebuah pikiran dan hidup yang terfokuskan, Anda harus mendisiplin pikiran, perasaan, perilaku, dan komunikasi Anda senantiasa terfokuskan pada visi yang Anda targetkan (I Korintus 9:24-27).

Pikiran yang fokus memerlukan bantuan

Sejak awal Tuhan telah menilai bahwa tidak baik jika manusia mengerjakan tanggung jawabnya seorang diri. Allah telah menilai bahwa hal itu tidak akan terlalu efektif dan efisien. Itu sebabnya Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial.

Hal yang sama juga berlaku dalam mempertahankan pikiran dan hidup yang terfokuskan. Anda membutuhkan bantuan! Beberapa karakter membutuhkan afirmasi berulang-ulang secara auditori atau secara lisan. Beberapa karakter membutuhkan pengingat secara visual, seperti foto dan gambar. Beberapa karakter yang lain membutuhkan motivasinya di”charge” ulang melalui kegiatan-kegiatan yang berkesan. Namun tidak peduli apapun karakter Anda, Anda membutuhkan pertolongan orang lain untuk membantu Anda tetap memiliki pikiran yang terfokuskan. Anda dapat memakai kecanggihan teknologi untuk membantu Anda, namun Anda Allah telah menetapkan dukungan yang paling efektif dan efisien harus datang dari orang lain. Menurut pengamatan dan pengalaman saya, keluarga adalah pemberi bantuan dengan dampak terbaik.

Responding Tips:

Hidup yang terfokus layaknya tetesan air. Cepat atau lambat tidak ada batu karang yang tidak dapat ditembusnya.

Posted in Marketplace

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test