tagline fgbmfi

Percaya Diri, Faktor Penentu Sukses

confident2 1Kepercayaan diri adalah salah satu faktor penentu untuk meraih kesuksesan. Rasa percaya diri dapat menambah nilai unggul manusia, organisasi, maupun perusahaan.

Banyak perusahaan yang awalnya tidak kita kenal sama sekali, tiba-tiba meroket dan menjadi perusahaan sangat luar biasa pergerakannya. Bahkan, mengalahkan perusahaan sejenis yang sudah bertahan sekian lama. Salah satu hal yang acap membuat kondisi itu terjadi adalah soal inovasi dan kemampuan untuk melayani sesuai kebutuhan pelanggan.

Tapi, inovatif dan punya kualitas pelayanan yang tinggi ternyata tak akan jadi nilai lebih kalau tak ada unsur kepercayaan diri tinggi. Banyak perusahaan yang sangat inovatif dan memiliki produk unggul, tapi harus “tunduk” pada arus mainstream yang kemudian memaksanya sekadar jadi pengikut. Tak salah memang. Bahkan, menjadi pengikut yang inovatif pun terbukti bisa sukses. Perusahaan seperti Wings Food misalnya. Produk Mie Sedaap-nya mampu jadi pengekor Indomie—produk Indofood—dan malah sempat menggoyang kedudukan Indomie sebagai pemimpin pasar. Tapi, kalau hanya menjadi pengikut yang biasa-biasa saja, hampir bisa dipastikan akan segera tergerus gencarnya kompetisi.

Untuk itu, guna meraih kesuksesan yang luar biasa, salah satu unsur yang kembali perlu diperhatikan adalah soal kepercayaan diri. Bill Gates sang pendiri Microsoft misalnya, pernah mengatakan, ”Jika kamu tak bisa membuat sesuatu yang bagus, paling tidak buatlah itu tampak seperti sesuatu yang istimewa.” Di sini terlihat bahwa nilai kepercayaan diri harus ditekankan untuk bisa menghasilkan produk jadi tampak sebagai hal yang istimewa.

Prinsip tentang kepercayaan diri tersebut bisa kita pelajari dari ungkapan bijak dalam bahasa Mandarin, "Punya kepercayaan diri belum pasti akan bisa menang, tetapi tidak punya kepercayaan diri sudah pasti akan kalah."

Untuk membahas soal ini, mari kita belajar dari persaingan yang terjadi antara produsen motor Honda dan Yamaha. Dahulu, Honda di Indonesia dikenal sebagai rajanya motor bebek dengan mesin 4 tak. Sementara, Yamaha lebih banyak bermain di mesin 2 tak. Setelah muncul aturan pembatasan motor 2 tak yang tingkat polusinya lebih tinggi, lalu Yamaha pun mulai mengembangkan motor 4 tak.

Sebagai “pemain baru” di motor 4 tak yang terlanjur dikuasai Honda, Yamaha harus mencari titik unggul di mana mereka bisa bersaing. Salah satu yang kemudian diandalkan adalah soal kecepatan. Di sisi lain, Honda sebelumnya sudah dikenal sebagai motor yang sangat irit. Jika Yamaha mengikuti upaya menjadikan irit sebagai nilai tambah, mungkin saja mereka tak akan bisa mengejar Honda.

Yang terjadi adalah Yamaha dengan kepercayaan diri yang tinggi menciptakan motor berkecepatan lebih tinggi, meski konsekuensinya motor juga cenderung lebih boros bahan bakar. Selain itu, mereka dulu juga menggandeng Valentino Rossi untuk menjadi pebalap MotoGP andalannya. Hasilnya? Saat Rossi berjaya, Yamaha diposisikan dengan tagline yang lain, makin ketinggalan, penggemar motor Yamaha meningkat pesat.

Dengan kepercayaan diri yang tinggi itulah, Yamaha berhasil merebut sebagai pasar Honda. Positioning mereka sebagai motor berkecepatan tinggi berhasil menarik minat anak-anak muda, hingga mereka banyak yang membuat komunitas motor Yamaha.

Jika dirunut ke belakang, penempatan posisi Yamaha sebagai motor kencang sebenarnya adalah sebuah “perjudian”. Sebab, motor 4 tak sebelumnya sangat identik dengan motor irit. Dan, masyarakat Indonesia pun sebenarnya sangat perhatian dengan apakah kendaraannya irit atau tidak. Namun, dengan percaya diri yang tinggi, Yamaha membuktikan, motor kencang—meski cenderung lebih boros—ternyata juga mampu menjadi nilai unggul sebuah produk.

Rasa percaya diri memang mutlak diperlukan untuk memenangkan persaingan. Tentu, kita pun harus pandai-pandai mengolah rasa percaya diri tersebut dengan nilai-nilai unggul yang terus kita jaga kualitasnya. Maka, benar jika dikatakan punya kepercayaan diri belum pasti akan bisa menang, tetapi tidak punya kepercayaan diri sudah pasti akan kalah.

Mari, pupuk rasa percaya diri. Perkuat keunggulan kita dengan mengedepankan prestasi yang terus dijaga. Dengan kombinasi kepercayaan diri yang tinggi, tentu akan jadi pemicu untuk meraih sukses yang lebih luar biasa!

Sumber : andriewongso.com

Posted in Marketplace

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test