tagline fgbmfi

7 Kebiasaan Mengelola Keuangan Ala Orang Kaya, Nomor 4 Patut Ditiru!

mengelola

Salah satu kunci sukses adalah disiplin. Banyak orang bekerja mati-matian sepanjang hari malah gak pernah bisa menabung uangnya. Setiap bulan keuangannya malah selalu minus.

Semakin kaya seseorang harusnya semakin pintar pula mengelola keuangan. Dan nyatanya, banyak orang menjadi kaya karena kebiasaan pengelolaan keuangan yang benar dan disiplin. Seenggaknya orang-orang sukses disiplin menerapkan 7 kebiasaan pengelolaan keuangan ini.

1. Hidup dengan gaya hidup sederhana

Berapapun besar gaji yang kamu punya kalau gaya hidupmu mewah dan suka menghambur-hamburkan uang, yang ada kamu justru hanya akan menumpuk utang sana sini.

Pada umumnya, orang kaya akan jauh lebih disiplin dalam mengelola keuangannya. Mereka malah tak tertarik menghamburkan uang untuk barang-barang yang tak menghasilkan. Sebaliknya, mereka malah memilih hidup dengan seadanya.

“Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” 1 Timotius 6: 8

2. Selalu memakai uang tunai

Memakai uang tunai saat berbelanja akan membantu untuk meminimalisir pengeluaran. Menganggarkan biaya pengeluaran setiap bulannya adalah cara yang sangat membantu untuk menjaga kestabilan keuangan. Jadi jangan heran kalau orang kaya lebih suka dengan penganggaran biaya, baik untuk kebutuhan sehari-harinya maupun untuk urusan bisnis.

“Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu. Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?” Amsal 27: 23-24

3. Menghindari utang

Utang ibarat jebakan. Semakin kita tertarik mencoba untuk berutang, maka kita akan ketagihan melakukannya kemudian. Akibatnya, saat pengeluaran sudah jauh lebih besar dari pendapatan saat itulah kondisi keuangan kita dikatakan sedang ‘kritis’.

Utang memang bukan dosa, tapi Alkitab memperingatkan kita untuk menghindari utang karena utang bisa membuat kita stres dan tertekan.

“Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.” Amsal 22: 7

4. Mendahulukan perpuluhan dibanding menabung

Orang-orang Kristen punya kewajiban untuk memberi sebagian dari penghasilannya kepada Tuhan lalu kemudian sisanya bisa dialokasikan untuk hal-hal lain. Tentu saja prinsip ini berbanding terbalik dengan cara dunia membelanjakan uangnya.

Sebagian orang kaya Kristen pun melakukan prinsip ini dengan taat. Bukannya merasa enggan untuk menyerahkan sepersepuluh dari pendapatannya, malah dengan hati yang tulus dan taat mengutamakan persembahan kepada Tuhan dibanding memikirkan kepuasan diri mereka sendiri.

Memberi adalah hak istimewa sebagai orang Kristen yang diberkati Tuhan. Memberi membuat kita lebih berarti dan bahkan membuat kita lebih bahagia dan berkelimpahan.

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu…” Amsal 3: 9

5. Menyisihkan uang untuk tabungan

Memetakan kondisi kehidupan untuk 6 bulan sampai setahun ke depan sangat baik. Apalagi kita hidup di tengah kondisi ekonomi yang tidak tentu ini. Bahkan orang-orang kaya pun menerapkan hal ini dalam bisnis dan usahanya. Bukan soal banyaknya uang yang mereka punya. Tapi soal bagaimana mereka bisa mengelola uang yang ada di tangan mereka sebagai bekal untuk bisa menghadapi situasi yang tak tentu di depan.

Karena itulah kebiasaan menabung dengan menyisihkan sepersekian persen dari penghasilan itu sangat penting.

“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.” Amsal 6: 6-8

6. Membeli barang-barang yang terjangkau

Sebagian orang kaya mungkin akan memboroskan uangnya untuk koleksi mobil-mobil mewah. Tapi sebagian lain jauh berpikir lebih bijak. Nilai mobil yang semakin menyusut membuat mereka lebih memilih membeli mobil dengan harga terjangkau. Orang kaya jenis ini biasanya bukan pribadi yang lebih mengejar prestise di mata publik. Tapi lebih memilih mengalokasikan keuangannya ke hal yang jauh lebih bernilai kekal.

Bukan hanya soal mobil saja, tapi untuk hl-hal lainnya mereka juga akan cenderung melakukan hal yang sama.

“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.” Galatia 6: 4

7. Terbiasa dengan hidup hemat

Murah bukan berarti murahan. Barang yang kita beli dengan harga murah justru bisa kita permak jadi terlihat mewah. Gak selamanya harga pakaian yang kita kenakan membuat kita terlihat seperti orang kaya. Banyak orang kaya yang justru memilih membeli barang-barang bekas dengan harga miring. Bukan karena gak punya uang, tapi mereka hanya berpikir lebih bijak untuk mengalokasikan uangnya.

Boros adalah pintu dari kemiskinan. Saat kita gak bisa mengendalikan keinginan daging, saat itulah kita akan kehilangan semua yang kita punya. Jadi, kalau mau sukses seperti orang kaya mulailah menerapkan kebiasaan-kebiasaan di atas dengan konsisten.

Sumber : Crown.org

Posted in Marketplace

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test