tagline fgbmfi

Mengelola kecemasan di pekerjaan

kecemasanKetika mengawali karier pada tahun-tahun pertama, saya sering mengalami kecemasan tentang berbagai hal. Saya khawatir tidak sanggup kerja dengan baik, saya cemas ketika menghadapi masalah yang belum pernah saya hadapi sebelumnya, saya takut ditegur dan dimarahi pemimpin, apalagi kalau pemimpinnya adalah tipe yang tidak bersahabat, jantung saya sering berdegup kencang (deg-degan) bila bertemu dengan klien yang jabatannya berada di tingkat top management, serta saya juga merasa minder bila berjumpa dengan orang yang lebih hebat.

Intinya, saya memiliki 1001 alasan menjadi cemas, khawatir, atau takut tentang banyak hal di pekerjaan saya. Saat itu, saya belum tahu bagaimana cara mengelola kecemasan, sehingga saya menjalani pekerjaan tanpa sukacita dan damai sejahtera. Saya merasa tertekan ketika harus berangkat kerja. Akibatnya, saya terserang penyakit maag yang hebat. Padahal waktu kuliah dulu, sesulit apa pun pelajaran dan ujiannya, saya tidak pernah terserang cemas atau penyakit maag seperti itu.

Alkitab di 2 Timotius 1:7 sebenarnya sudah mengingatkan kita tentang masalah kecemasan dan ketakutan ini, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”. Dari sini, kita mengerti bahwa kecemasan dan ketakutan bukan berasal dari Allah, dan apabila kita tidak mengelolanya dengan baik, hidup kita akan dipenuhi dengan emosi yang negatif. Lalu, bagaimana cara mengelolanya?

Berikut ini beberapa cara praktis untuk mengatasi kecemasan yang berhubungan dengan profesi atau pekerjaan:

1. Tetap berkegiatan setelah jam kerja berakhir

Kecenderungan banyak orang yang rentan memicu stres kerja adalah pulang dan berusaha beristirahat/bersantai dengan berbaring atau mencoba tidur. Padahal, sebenarnya ini justru akan mengarah pada situasi yang lebih runyam, karena masalah dan ketegangan pekerjaan tadi masih ada. Anda jadi tersesat dalam pikiran dan ketegangan itu ketika berusaha tidak memikirkannya. Sebaiknya, Anda harus tetap sibuk setelah bekerja dengan cara berkegiatan yang lain. Misalnya, menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga, mengganti fokus pikiran dari kecemasan kerja menjadi hal-hal lain yang menyenangkan. Carilah kegiatan yang menyibukkan pikiran Anda, supaya fokus pikiran Anda beralih dari masalah dan ketegangan pekerjaan.

2. Berolahraga sebelum dan sesudah bekerja 

Olahraga memiliki efek positif untuk melawan kecemasan dan mendorong kondisi kesehatan mental yang baik. Saat Anda berolah raga, otak akan melepaskan hormon endorphin, yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami dalam tubuh manusia, memperbaiki mood, dan mengurangi ketidaknyamanan fisik). Olahraga juga bermanfaat untuk melemahkan gejala kecemasan serta membakar hormon kortisol (hormon stres). Karena itu, berolahragalah sebelum dan sesudah bekerja. Berolahraga sebelum bekerja dapat mengurangi stress di sepanjang hari kerja, sedangkan berolahraga sesudah bekerja dapat menghentikan stres Anda di hari itu agar tidak berlanjut/terbawa-bawa ke dalam kehidupan pribadi Anda.

3. Membayangkan pekerjaan sebagai permainan/tantangan

Teknik berharga lainnya adalah membayangkan pekerjaan Anda sebagai sebuah permainan atau tantangan. Kebanyakan pekerjaan memiliki tugas yang membosankan dan menyebalkan, dan ini rentan memicu stres dan kecemasan saat kita menghadapinya. Anda dapat mengatur waktu sendiri untuk melihat seberapa cepat Anda dapat menyelesaikan tugas-tugas ini, atau melihat berapa banyak yang dapat Anda selesaikan dalam target waktu yang ditentukan. Cara-cara ini akan menolong Anda membayangkan pekerjaan sebagai permainan/tantangan, yang pada akhirnya akan memicu Anda untuk mencapai lebih banyak keberhasilan saat “bermain” (bekerja) dan menikmati mood kerja yang lebih menyenangkan.

4. Selalu mengingat impian terbesar Anda

Ketika kesulitan dan masalah muncul, pahami hal itu sebagai bagian dari proses perjalanan untuk mencapai cita-cita atau impian terbesar Anda. Tidak ada impian yang bisa diperoleh tanpa melalui berbagai kesulitan dan masalah. Taklukkan pikiran Anda dan katakan, “Ini adalah perjalanan meraih impian saja. Kesulitan ini adalah hal kecil. Saya akan melewatinya untuk mencapai tujuan saya.” Pastikan setiap saat Anda mengingat impian terbesar Anda, bahkan gunakan berbagai alat bantu pengingat jika perlu. Jangan izinkan kesulitan dan tantangan menganggu pikiran dan menciptakan kecemasan yang menetap terlalu lama di pikiran Anda.

5. Menciptakan situasi kerja yang menyenangkan 

Cara praktis lainnya yang bisa dilakukan untuk mengelola kecemasan dalam pekerjaan adalah mencoba menciptakan sesuatu yang menyenangkan atau lelucon bagi diri Anda sendiri. Ada banyak ide yang dapat Anda coba, misalnya mengenakan kaus atau kaus kaki bermotif lucu di dalam lapisan pakaian dan sepatu kerja Anda, menyembunyikan pesan inspiratif di sekitar area kerja Anda, menggunakan benda-benda pribadi (gelas kopi atau pulpen, misalnya) bermotif kocak dalam bekerja, dan banyak lagi. Semua hal kecil ini bisa menjadi menguntungkan dalam usaha Anda mengelola kecemasan, karena menciptakan situasi kerja yang menyenangkan.

6. Memperkatakan Firman Tuhan 

Setiap kali rasa cemas tentang pekerjaan muncul, Anda perlu “menawan” pikiran negatif tersebut dengan Firman Tuhan. Ini adalah teknik yang sangat ampuh. Hafalkan ayat-ayat khusus yang secara langsung berkaitan dengan masalah kecemasan, seperti Amsal 3:5, Yesaya 41:10, dan sebagainya, lalu perkatakan ayat-ayat itu dengan konsentrasi penuh untuk melawan pikiran cemas. Jadikan hal ini kebiasaan yang positif yang Anda praktikkan setiap hari atau setiap kali kecemasan menyerang. Inilah yang dimaksud oleh Paulus dalam suratnya, “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,” (2 Korintus 10:5).

Sekali lagi, kecemasan pekerjaan sebenarnya bisa dikelola dan ditaklukkan. Jangan izinkan pikiran liar yang lahir dari kecemasan menguasai pikiran, emosi, dan kehidupan Anda. Taklukkan pikiran-pikiran yang tidak sehat dengan pikiran Kristus. Mulailah dengan cara-cara praktis yang diuraikan ini dan kembangkan keterampilan hidup (life skill) yang penting untuk seumur hidup Anda ini. Selamat mempraktikkan!

Sumber: abbalove .org

Posted in Marketplace

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test